Tuesday, February 26, 2019

Group Sosial _Jagakarsa: Desa Kebun Buah-Buahan Dekat Jakarta_Bab IV_Sosiologi Pedesaan



IDENTITAS BUKU
Judul Buku
: Sosiologi Pedesaan
Penulis
: Sajogyo dan Pudjiwati Sajogyo
Penerbit
: Gadjah Mada University Press
Tahun terbit
: 1999
Halaman
: 1-201

IDENTITAS PENULIS
Sajogyo lahir di Karanganya pada tanggal 21 Meim1926. Gelar Sarjananya diperoleh pada tahun 1955 dari fakultas pertanian, Universitas Indonesia di Bogor, dan Dokter Ilmu Pertanian dari Universitas yang sama pada tahun 1957 dengan disertai judul Masyarakat transmigran spontan di daerah Wai Sakampung, Lampung. Sejak tahun 1963 hingga tahun 1991 Sajogyo adalah guru besar tetap Sosiologi Pedesaan di fakultas pertanian, Institut Pertanian Bogor. Tahun 1964-1972 memimpin badan kerja survey argo-ekonomi, Departemen Pertanian. Tahun 1972 diangkat sebagai Kepala Lembaga Penelitian Sosiologi Pedesaan IPB, dan pada tahun 1975 sebagai Ketua Bidang Keahlian Sosiologi Pedesaan pada fakultas pasca sarjana IPB. Judul yang diterbitka Gajah Mada University Press yaitu: Masyarakat Transmigran Spontan di Daerah Wai Sekampung, Lampung ( dengan nama Kampto Utomo, 1975 ); Menuju Gizibaik yang Merata di Desa dan di Kota (cetakan ke 5, 1994); Sosiologi Pedesaan; Kumpulan Bacaan (cetakan ke-11,1996).
Pudjiwati Sajogyo lahir di Cirebon tanggal 5 Juli 1929, lulus dari Fakulas Pertanian, Universitas Indonesia di Bogor pada tahun 1959, kemudian melanjutkan pendidikannya di University of Kentucky, Lexington Amerika Serikat sampai memperoleh gelar M.sc dalam bidang Sosiologi Pedesaan pada tahun 1964. Gelar Dokter Ilmu Sosiologi diperolehnya di Universitas Indonesiapada tahun1981.
Kini Sajogyo dan Pudjiwati Sajogyo menikmati masa penisun mereka di kediamanya, Jl Malabar 22, Bogor 16151

Bab IV
Group Sosial
Jagakarsa : Desa Kebun Buah-Buahan Dekat Jakarta
Rumah Keluarga Batih dan Rumah Tangga
Suatu keluarga batih di Jagakarsa,biasanya tinggal dalam satu rumah, namun ada juga yang tinggal bersama dalam satu rumah karena kurangnya rumah untuk tinggal. Didalam buku di bab 4 tertulis pada tahun 1957 ada 963 keluarga yang tinggal dalam 845 rumah, dan pada tahun 1961, jumlah keluarga menjadi 1027, sedangkan jumlah rumah masih tetap. Laki-laki dan wanita yang telah menikah di golongkan sebagai orang yang telah berkeluarga, karena mereka akan membentuk keluarga batih baru yang terpisah dari keluarga batih masing-masing orang tuanya, walaupun keluarga baru itu kadang-kadang masih menumpang di rumah orang tua. Penggolongan ini berarti bahwa orang yang bersangkutan telah diangga sejajar kedudukannya dalam masyarakat dengan orang tua lainnya. Keluarga-keluarga batih baru yang telah mampu, biasanya akan segera mendirikan rumah tangganya dalam sebuah rumah tersendiri, di mana biasanya ikut serta beberapa orang kerabat, baik dari pihak isteri maupun suami. Pengikut-pengikut yang sudah besar biasanya akan membantu meringankan pekerjaan suami mencari nafkah, atau membantu pekerjaan rumah tangga isteri seperti menyediakan makanan ataupun mengasuh anak. Karena kesukaran perumahaan dan karena tingginya biaya mendirikan rumah, mulai tampak gejala pengelompokan dari beberapa keluarga batih dalam satu rumah.
Perkumpulan Pengairam
Suatu perkumpulan pengairan, atau subak, terdiri dari sejumlah pemilik sawah yang membentuk suatu kompleks persawahaan, bertujuan untuk memajukan kepentingan pengairan bersama. Biasanya sawah-sawah yang terdapat di dalam suatu daerah subak mendapat pengairan dari satu sumber/bendungan tertentu. Dengan alasan itu, maka secara hukum subak ditentukan sebagai suatu kelompok sawah-sawah yang diairi melalui saluran yang sama atau melalui saluran cabang dan merupakan suatu perkumpulan pengairan. Ketua perkumpulan subak adalah klian subak dan ia di anggkat oleh sedahan dan sedahan agung berdasarkan saran-saran dan pandangan para anggota subak. Klian memilih beberapa pembantu, juga dengan memperhatikan keinginan para anggota subak. Mereka terdiri dari pembantu klian dan beberapa juru arah serta pembantu juru arah. Wewenang juru arah disebut arahan. Istilah umum untuk seorang pejabat subak adalah penyarika subak, artinya, seseorang yang membuat catatan-catatan. Kewajiban-kewajiban subak dibagi dalam dua golongan, pekaryaan dan penyubaktiaan. Perkaryaan adalah tugas-tugas yang berhubungan dengan konstruksi, pemeliharaan dan perbaikan tanggul-tanggul, terowongan-terowongan air, saluran-saluran air, pembagian kelompo-kelompok distribusi dan jalan-jalan di subak. Penyubaktian erat hubungannya dengan kegiatan beribadah di pelbagai pura di subak yang meliputi pesta-pesta sesajen dan upacara-upacara pemurnian. Peraturan-peraturan subak dibagi dalam sima dan awig-awig, yang tergantung dari apakah ia dianggap sebagai lahir dari pemerintahaan feudal yang lama atau direncanakan dalam subak sendiri. Awig-awig  terdiri dari hukum adat yang diturunkan secara lisan dari mulut ke mulut dan hanya secara sporadis dicatat di bawah pengaruh pejabat-pejabat pertanian dan kepala-kepala kampong setempat. Sebaliknya salinan dari sima dipegang oleh pejabat-pejabat pertanian daerah atau pejabat di bawahnya dan sekarang juga oleh klian subak yang dapat membaca dan menulis. Yang dijalankan sebagai sima adalah suatu peraturan yang dibuat oleh Sultan Buleleng, yang kata pembukaannya adalah sebagai beriku :
Peraturan Gusti Gede Ngurah, yaitu berkedudukan dan memrintah di Buleleng, undang-undang ini berlaku untuk semua penduduk sebelah Timur Ponjok Batu sejauh Petemon dandaerah pegunungan sekelilingnya, dan juga berlaku untuk orang-orang Brahman, Ksatria dan Sudra, untuk semua yang harus membayar pajak atas tanah-tanah yang mendapat air serta membayar pajak atas kebun-kebun kelapa dan lading-ladang sesuai dengan penagihan atas pajak oleh pejabat-pejabat pertanian di daerah tersebut di atas.”
Berdasarkan catatan yang terdapat didalam bab 4  Status menunjukan pada kedudukan dalam arti kata sebagai tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial dihubungkan dengan orang-orang lainnya dalam kelompok itu, demikian pula berlaku bagi posisi kelompok dalam kelompok lebih besar. Posisi sosial menggambarkan titik-titik pusat atau pertemuan relasi dan hubungan sosial yang berpusat atau bertemu pada diri pelaku tertentu yang berinteraksi atau berkomunikasi.Peranan sosial menunjukan kepada keseluruhan norma dan banyak harapan yang ditujukan orang banyak kepada orang-orang tertentu dalam posisi tertentu, apa yang seharusnya dan apa yang akan dilakukam dalam posisi tertentu itu oleh pola kebudayaan masyrakat.
Mohon maaf tidak bisa di Coppy. Tapi anda bisa mendownload filenya DISINI

Contoh Resume Artikel Jurnal Ilmiah




Judul : PROYEKSI KEBUTUHAN KONSUMSI PANGAN BERAS
DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Jurnal : Caraka tani : Journal of Sustainable Agriculture.
Volume & Halaman : Vol 32 Nomor 1, 2017, hal 29-34.
Penulis : Abdul Rohman dan Artita Devi Maharani
Tujuan Penelitian : Tujuan penelitian ayang ada pada penelitian ini adalah untuk menganalisis mengenai proyeksi kebutuhan pangan beras di Daerah Istimewa Yogyakarta di masa yang akan datang. Sehingga dengan adanya proyeksi ini dapat diperkirakan berapa jumlah pasokan beras yang akan dibutuhkan.
Subjek Penelitian : Subjek dari penelitian ini adalah masyarakat atau penduduk Daerah Istimewa Yogyakarta yang pada tahun 2016 jumlah penduduk Yogyakarta tahun 2016 mencapai 3.627.962 orang.
Assemen Data : Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari publikasi instansi atau dinas yang terkait dengan penelitian ini. Dalam menghitung proyeksi permintaan langsung membutuhkan informasi-informasi berupa: (1) jumlah penduduk daerah setempat pada tahun dasar, (2) laju pertumbuhan jumlah penduduk per tahun, (3) tingkat konsumsi komoditas yang dianalisis per kapita pada tahun dasar, (4) elastisitas pendapatan untuk komoditas yang dianalisis pada tahun dasar, (5) laju perubahan elastisitas pendapatan per tahun untuk komoditas yang dianalisis dan (6) laju pertumbuhan pendapatan riil per kapita per tahun.
Metode Penelitian ; Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode deskriptif dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan subyek atau obyek penelitian (seseorang, lembaga, masyarakat dan lain-lain).
Hasil penelitian ; Hasil analisis dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan peningkatan jumlah kebutuhan konsumsi pangan beras di Daerah Istimewa Yogyakarta akan terus meningkat. Daerah Istimewa Yogyakarta yang dikenal dengan kota pelajar dan kota pariwisata akam menjadi daya tarik masyarakat untuk datang dan berpindah ke Yogyakarta, sehingga menjadikan konsumsi untuk beras menjadi meningkat.
Kekuatan penelitian ; Kekuatan penelitian ini adalah data yang digunakan dalam penelitian mudah didapat dari berbagai sumber karena adanya transpalasi data pada saat ini.
Kelemahan Penelitian ; Kelemahan dari penelitian ini adalah jangkauan subjek penelitian yang terlalu luas tanpa menggunakan teknik sampeling sehingga membutuhkan waktu lama dan membutuhkan data yang benar-benar akurat.
Kesimpulan ; Dari hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan yaitu Proyeksi kebutuhan konsumsi pangan beras di Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2017 s/d 2021 adalah: 337.463,98 kg; 340.116,26 kg; 342.768,55 kg; 345.420,83 kg; 348.073.12 kg. Implikasi kebijakan konsumsi pangan beras di Daerah Istimewa Yogyakarta meliputi proses produksi, pemrosesan, pemasaran, ketersediaan akses serta pemanfaatan dan konsumsi beras.


Download File Resumem I Klik Disini
Sumber Jurnal Klik Disini

Friday, February 15, 2019

Dasar Budidaya Bawang Putih



Nama : Muhamad Imam Ngasim
NIM : 185040200111240
Kelas: O
Mata Kuliah : Dasar Budidaya Tanaman
Komoditas Pangan : Bawang Putih

I. Bawang Putih

1. Bawang Putih
Bawang putih merupakan tanaman yang berumbi lapis atau tersusun berlapis-lapis. Bawang putih (Allium sativum L.) adalah tanaman semusim berumpun yang mempunyai ketinggian sekitar 60 cm. Tanaman ini banyak ditanam di ladang-ladang daerah pegunungan yang cukup mendapat sinar matahari (Syamsiah dan Tajudin, 2003).
Bawang putih berasal dari Asia Tengah yaitu Cina dan Jepang yang beriklim subtropik. Penyebaran bawang putih awalnya dibawa oleh pedagang Cina ke Indonesia, kemudian dibudidayakan oleh masyarakat. Peranannya sebagai bumbu penyedap masakan modern sampai sekarang tidak tergoyahkan oleh penyedap masakan buatan yang banyak kita temui di pasaran yang dikemas sedemikian menariknya (Syamsiah dan Tajudin, 2003).

2. Syarat tumbuh
Bawang putih dapat tumbuh pada berbagai ketinggian tempat bergantung kepada varietas yang digunakan. Daerah penyebaran bawang putih di Indonesia yaitu Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lombok dan Nusa Tenggara Timur. Daerah-daerah tersebut mempunyai agroklimat yang sesuai untuk bawang putih sehingga daerah-daerah tersebut sampai saat ini merupakan daerah penghasil utama bawang putih (Ditjentan 1997). Luas pananaman yang paling besar ada pada ketinggian di atas 700 meter. Produksi per satuan luas di dataran tinggi lebih besar dari pada di dataran rendah. Beberapa varietas ada yang cocok ditanam di dataran rendah. Di dataran medium, daerah penanaman bawang putih terbaik berada pada ketinggian 600 m dpl. (di atas pemukaan laut). Perlu dikemukakan bahwa varietas bawang putih dataran tinggi kurang baik apabila ditanam di dataran rendah begitu pula sebaliknya.
Selain varietas (kultivar), syarat-syarat lain yang penting adalah udara sejuk dan kering tanaman pada fase pembentukan umbi. Waktu yang paling tepat untuk penanaman bawang putih adalah bulan Mei sampai dengan Juli. Derajat kemasaman tanah (pH) yang paling disukai adalah 6,5-7,5, sedangkan apabila pH>6,5 maka tanah harus dikapur. (Suwandi 1990).
Tanaman bawang putih dapat tumbuh pada berbagai tipe tanah. Pada tanah yang ringan, gembur (bertekstur pasir atau lempung) dan mudah meneteskan air (porous) dapat menghasilkan umbi bawang putih yang lebih baik dari pada tanah yang berat seperti liat atau lempung. Kondisi tanah yang porous menstimulir perkembangan akar dan bulu-bulu akar sehingga serapan unsur hara akan berjalan dengan baik. Tanaman bawang putih kurang baik ditanam pada musim penghujan karena kondisi tanah terlalu basah, temperatur tinggi sehingga mempersulit pembentukan siung.

II. Cara budidaya bawang putih

Budidaya bawang putih dilakukan dengan 3 tahapan yaitu ;

1. Menyiapkan Media Tanam/Persiapan Lahan
Di Indonesia, penanaman bawang putih biasanya dilakukan di daerah persawahan yaitu setelah panen padi. Tanah diolah secukupnya serta dibuatkan bedengan dengan ukuran lebar 80 sampai dengan 120 cm serta tinggi (dalam) 40 cm, sedangkan panjang bedengan disesuaikan dengan situasi lahan. Bila pH tanah kurang dari 6 perlu diberi kapur 1-2 ton/ha dan diaplikasikan 14 hari sampai 1 bulan sebelum tanam (Suwandi 1991).
Penggunaan pupuk pada bawang putih terdiri dari pupuk organik dan pupuk anorganik (buatan). Pupuk organik dalam bentuk pupuk kandang ayam dengan dosis 10-20 ton/ha umumnya diberikan pada saat tanam dengan cara disebar dan diaduk hingga merata. Dosis pupuk anorganik yang dianjurkan adalah 200 kg N ha-1, 180 kg P2O5 ha-1, 60 kg K2O ha-2 dan 142 kg S ha-1 (Hilman dan Suwandi 1992; Asandhi dan Gunadi, 1985). Tidak seperti sistem penanaman dengan cara bedengan, penanaman bawang putih dengan sistem complongan (lubang) pada lahan andosol marginal memerlukan pupuk kandang ayam cukup tinggi (1 kg/ lubang tanam). Tiap lubang tanam terdiri dari 9 tanaman bawang putih. Pupuk buatan terdiri dari TSP dengan dosis 60 kg P2O5, campuran pupuk urea dan ZA (amonium sulfat) 240 kg masing-masing 1/3 dosis pada umur 15, 30 dan 45 hari setelah tanam.
Pada bawang putih ditanam dengan sistem tumpang gilir dengan cabai, dosis penggunaan pupuk pada bawang putih di dataran tinggi dengan tipe tanah andosol adalah 20 ton ha-1 pupuk kandang ayam, 180 kg N ha-1, 180 kg P2O5 ha-1, 100 kg K2O ha-1, 60 kg P2O5 ha-1, dan 60 kg K2O ha-1 serta tidak memerlukan pupuk kandang ayam lagi. Dengan demikian sebagian residu pupuk dari bawang putih dapat dimanfaatkan oleh tanaman cabai sehingga dapat mengurangi pemakaian pupuk organik dan pupuk buatan pada cabai (Sumarna, Suwandi dan Hilman 1991).

2. Pembibitan dan Penanaman
Mutu bibit/benih bawang putih yang baik harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
(1) Bebas hama dan penyakit
(2) Pangkal batang berisi penuh dan keras
(3) Siung bernas
(4) Besar siung untuk bibit 1,5 sampai 3 gram

Penyimpanan Umbi Bibit
Pada umumnya petani menyimpan umbi bibit di para-para dan digantung dengan cara pengasapan. Cara ini praktis tetapi seringkali merusak umbi bibit dan memiliki penampilan yang kurang menarik dan memberikan warna yang kecoklat-coklatan. Cara penyimpanan umbi bibit lain terdiri dari penyimpanan alami, penyimpanan di lapangan, penyimpanan di ruangan berventilasi dan penyimpanan pada suhu dingin.
Penyimpanan umbi bibit dataran rendah dapat dilakkan di dataran tinggi (1250 m dpl). Bibit ini apabila ditanam ke lapangan akan menghasilkan bobot umbi brangkasan yang baik. Selain itu penyimpanan umbi bibit dapat dilakukan pada suhu dingin 5­8C. Penyimpanan umbi bibit di ruangan yang bersuhu tinggi di dataran rendah sebaiknya dihindarkan (Hilman 1992). Penyimpanan pada temperatur dingin selain mencegah perubahan reaksi biokimia yang menyebabkan kerusakan umbi bibit.
Bibit yang di gunakan adalah umbi bawang yang sudah berkecambah. Caranya pembibitan adalah kupas bawang putih lalu letakkan dalam kulkas selama kurang lebih 2 minggu sehingga bawang putih tumbuh kecambah lalu mulai tanam atau menanam langsung bawang putih yang sudah dikupas dan nantinya akan tumbuh tunas. Kedalaman menanam bawang putih dalam polybag secara langsung yang belum berkecambah adalah sekitar 2-3 cm dari permukaan tanah. Dan perhatikan ujung runcing menghadap keatas. Jika anda menggunakan bibit yang sudah tumbuh tunas maka bisa menanamnya seperti pada umumnya. Apabila dilakukan di lahan sawah jarak tanam disesuaikan dengan ukuran siung yang digunakan. Bila bobot siung lebih besar dari 1,5 gram maka jarak tanamnya 20 x 20 cm, namun bila lebih kecil dari 1,5 gram maka jarak tanamnya 15 x 15 cm atau 15 x 10 cm. Setelah anda selesai menanam. Perawatan harus selalu dilakukan yaitu dengan penyiraman dan pemupukan (Anonim, 2018).

3. Pengairan dan Pemupukan
Penyiraman atau pengairan harus dilakukan agar tanaman bawang putih tidak mengering karena kekurangan air dan jangan membiarkan tanaman busuk karena terlalu banyak air. Pengairan dilakukan dengan cara penggenangan parit-parit diantara bedengan. Penyiraman bisa dilakukan 2-3 hari sekali pada awal pertumbuhan sedangkan pembentukan tunas sampai pembentuakan umbi penyiraman dilakukan 7-15 hari sekali. Dan saat pembentukan umbi maksimal 10 hari menjelang panen tidak dilakukan penyiraman. Pemupukan untuk bawang putih dengan menggunakan pupuk kandang dengan dosis 10-20 ton/ha. Sedangkan pupuk kimia yang dianjurkan per hektar 200 kg N, 180 kg P dan 60 kg K. Apabila pemupukan di polybag maka kadarnya harus sesuai. Tipsatau cara menanam bawang putih dalam polybag harus terkena pencahayaan. Pencahayaan untuk tanaman bawang putih juga sangat penting. Bawang putih harus di letakkan pada lokasi yang terpapar cahaya matahari agar tanaman bisa tumbuh optimal. Perawatan dan pembasmian hama bisa dilakukan ketika melihat gejala tanaman yang kurang sehat. Setelah tanaman tumbuh subur dan berusia sekitar 100 hari. Bawang putih bisa dipanen dan jangan lupa untuk menjemurnya sehingga bawang putih lebih tahan lama dan tidak mudah busuk (Anonim, 2018).

III. Pemeliharaan Tanaman

Pemeliharaan tanaman bawang putih mencakup pemulsaan, pengairan dan drainase, pengendalian hama dan penyakit dan penyiangan.

1. Pemulsaan
Pemulsaan dilakukan segera setelah bibit bawang putih ditanam di bedengan. Jenis mulsa dapat berupa jerami padi atau daun alang-alang. Mulsa disebar di atas bedengan secara merata dengan ketebalan 3-5 cm. Penggunaan mulsa plastik hitam tidak dianjurkan karenam mulsa tersebut terlalu menyerap bahaya matahari dan sedikit memantulkan cahaya sehingga meningkatkan temperatur tanah (zone perakaran) akibatnya pertumbuhan dan perkembangan tanaman bawang putih menjadi terhambat (Abidin dkk. 1994).

2. Pengairan dan Drainase
Pengairan umumnya pada musim kemarau. Di dataran tinggi pengairan dilakuakn satu sampai tiga kali dalam seminggu. Jumlah air yang harus diberikan berkisar 3-5 mm air per hari atau 3-5 liter m-2 hari-1. Penyiraman tanaman dilakukan sampai tanaman berumur 80-90 hari. Cara pemberian air dapat dilakukan dengan penyiraman atau penggenangan (Subhan dkk. 1989). Cara paling praktis untuk mengendalikan drainase tersebut adalah dengan mengatur tinggi bedengan atau membuat selokan keliling yang dalam. Tinggi bedengan yang dianggap paling baik dalam budidaya bawang putih di musim hujan adalah 20 cm (Sumarna dan Abidin 1993).

3. Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama yang sering menyerang tanaman bawang putih adalah trips. Hama ini dapat dikendalikan dengan insektisida Polo SC-500 dengan konsentrasi 2 cc l-1 air yang diaplikasikan secara CDA (Control Droplet Application) dan dapat menekan penggunaan insektisida tersebut sebanyak 42%. Jenis insektisida lainnya yang dianjurkan adalah fosfat organik misalnya kuinalfos (Bayrusil 250 EC), merkaptodimetur (Mesurol 50 WP) atau monokrotofos (Azodrin 15 WSC; Nuvacron 20 SCW) 2 ml l-1 air dengan interval 7 hari terutama pada waktu tanaman baru tumbuh sampai kurang lebih umur 10 minggu.
Jenis hama lain yang menyerang tanaman bawang putih adalah golongan tungau. Hama ini dapat dikendalikan dengan akarisida seperti fenfopatrin (Neothin 50 EC) atau dimetoat (Roxion 40 EC) 2 ml per liter tiap minggu dimulai pada umur 9 minggu sampai dengan 2 minggu sebelum panen.
Masalah lain yang menghambat usaha peningkatan hasil bawang putih adalah penyakit purple bloch (Alternaria porri), Leaf spot (Stemphylium vesicarium), Fusarium oxysporium dan virus. Kehilangan hasil oleh keempat macam penyakit tersebut berkisar 60-80 persen. Penggunaan propineb, captafol 0,2% yang dikombinasikan dengan radiasi sebesar 500 rad dapat mengendalikan S. vesicarium. Demikian pula kombinasi captafol, chlorotalonil (0,1 %) + 250 rad efektif untuk mengendalikan Alternaria porri, sedangkan 0,05 persen benlate dapat digunakan untuk mengendalikan Fusarium oxisporium di tempat penyimpanan (Suryaningsih 1991). Fungisida Benomil (Benlate) 0,5 g l-1air digunakan untuk menanggulangi penyakit mati ujung daun yang disebabkan oleh Fisarium dengan interval 7 hari sekali sampai tanaman berumur 60 hari setelah tanam. Dithane M-45, 2 g l-1 air dengan interval 7 hari sekali juga dapat digunakan untuk menganggulangi Alternaria porri(bercak ungu) pada umur 15 hari sampai dengan 2 minggu sebelum panen. Bila cuaca berkabut interval penyemprotan dapat diperpendek menjadi 2 kali satu minggu.
Selain secara kimia penanggulangan penyakit ini dapat dilakukan dengan kultivar yang toleran. Lumbu Hijau, Tawang Mangu dan Lumbu Hitam diangap toleran terhadap Alternaria pori, sedangkan cv. Lumbu Hijau, Lumbu Hitam dan Jatibarang dianggap toleran terhadap Stemphylium (Suryaningsih 1993).
Penyebab utama penurunan produksi bawang putih dapat juga diakibatkan oleh penyakit busuk lunak yang disebabkan oleh Erwinia spp. Kerusakan yang ditimbulkan oleh petogen tersebut mencapai 61,4% dan hingga kini sulit dikendalikan karena bersifat tular tanah dan tular umbi. Penggunaan senyawa kimia untuk mengendalikan penyakit busuk lunak jarang dilakukan petani. Penggunaan Agrimicyn 15/1,5 WP dan Agrept 25 WP atau dengan pemanasan umbi bibit pada auhu 45°C selama 20 menit efektif mengendalikan patogen busuk lunak, sedangkan terhadap hasil umbi hanya Agrimicyn 15/1,5 WP yang dapat mempertahankan hasil panen (Hanudin dan Handayati 1992 dan Hanudin 1993).
Penyebab lain penurunan produksi bawang putih ini adalah virus. Setiap kultivar bawang putih dinyatakan peka terhadap OYDV dan LYSV dengan intensitas serangan masing-masing sebesar 66,7; 50,4; 60,0; 51,9; 58,9; 58,9; 54,4; dan 86,7 persen masing-masing untuk kultivar￾kultivar Lumbu Hijau, Tawangmangu, Lumbu Hitam, Sanur, Lumbu Putih, Bagor, Jatibarang, Layur dan Tes (Sutarya 1992). Pemotongan ujung siung tidak dapat mengeliminasi virus tular umbi dan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman baik tinggi maupun jumlah daun. Cara yang efektif untuk mengeliminasi virus yang terbawa umbi bibit adalah dengan kultur jaringan menggunakan media B-5 + 1 mg NAA 1-1 dan 0,1 mg GA 1-1. Percobaan eradikasi virus dilaksanakan di Wellesbourne UK menunjukkan bahwa Gamborg B-5 merupakan media yang baik untuk bawang putih, dome plus 2 auxalarybud menunjukkan explant optimum, tidak ada yang mati dan terkontaminasi, dan 50 ppm ribavirin (penghambat viral) dan tidak toksik terhadap planlets (Duriat 1991).

5. Pengendalian Gulma
Penurunan produksi sebagai akibat adanya berbagai gulma dapat mencapai 80%, terutama bila pemberian mulsa kurang baik sehingga pertumbuhan rumput subur. Gulma-gulma yang sering dijumpai di daerah pertanaman bawang putih antara lain; teki, rumput kekawatan, dan bayam liar (duri). Penyiangan tanaman pada umur 30 dan 60 hari mempunyai pengaruh yang nyata terhadap produksi. Pemakaian herbisida TOK 50 WP dapat disarankan untuk pengendalian gulma terutama untuk skala penanaman yang sangat luas (Subhan dkk. 1989).

IV. Panen dan Pascapanen
1. Panen
Bawang putih yang akan dipanen harus mencapai cukup umur. Tergantung pada varietas dan daerah, umur panen yang biasa dijadikan pedoman adalah antara 90 sampai dengan 120 hari. Ciri bawang putih yang siap panen adalah sekitar 50% daun telah menguning atau kering dan tangkai batang keras.Di beberapa daerah panen dilakukan dengan cara mencabut tanaman kemudian diikat sebanyak 30 tangkai per ikat dan dijemur selama sampai 15 hari sampai batangnya kering. Umbi dibersihkan dengan membuang akar dan daun dan sekaligus dilakukan pemilihan (grading) yaitu pemisahan kualitasnya.

2. Pascapanen
Setelah dipanen bawang putih dikerjakan. Cara pengenringan adalah (1) dikeringkan langsung di bawah sinar matahari dengan posisi bagin umbi ditutup dengan daunnya, (2) dikeringkan dalam bangsal berlapis dengan cara digantung baik di kebun maupun di rumah. Pengeringan juga dapat dilakukan di ruangan dengan menggunakan asap kayu (pengasapan). Setelah kering, umbi disimpan di gudang, selama penyimpanan 3 bulan susut bobotnya mencapai sekitar 40%. Penyimpanan untuk bibit memerlukan waktu yang lebih lama (5-6 bulan untuk varietas dataran medium dan rendah) dan (8-9 bulan untuk varietas dataran tinggi). Suhu optimum untuk penyimpanan umbi adalah 30°C dan kelembaban 70% menunjukkan mutu umbi bawang putih terbaik (Sinaga et al. 1993).
Selain dengan penyimpanan yang baik, kehilangan dan kerusakan produk bawang putih dapat dikendalikan dengan proses pengolahan yang benar. Pengolahan bawang putih bertujuan agar produk tersebut lebih tahan lama disimpan dan lebih mudah dalam pengemasan dan pengangkutan. Salah satu cara pengolahan bawang putih adalah dengan diproses menjadi tepung.

Saturday, December 15, 2018

HALAQOH KUBRO LEMBAGA TINGGI PESANTREN LUHUR MALANG " TAJHIZUL JANAIZ"



A. Tajhizul Janaiz
Tajhizul janaiz artinya merawat atau mengurus seseorang yang telah meninggal. Hukum merawat jenazah bagi seorang muslim apabila ada saudaranya yang meninggal dunia adalah fardlu kifayah artinya kewajiban yang ditujukan bagi orang banyak yang apabila sebagian dari mereka telah ada yang mengerjakannya maka terlepaslah sebagian yang lain dari kewajiban itu, namun jika tidak ada yang mengerjakannya sama sekali maka mereka semua berdosa. Kewajiban bagi seorang muslim apabila saudaranya meninggal ada empat (4) hal yaitu :
  1. Memandikan
  2. Mengkafani
  3. Mensholati, dan
  4. Memakamkan
Hal-hal yang berkaitan dengan pembiyaan sarana dan prasarana perawatan diambil dari harta tirkah yaitu harta peninggalan mayit. Dari keempat hal yang diwajibkan di atas, pada pelaksanaan atau prakteknya terdapat beberapa pemilahan tergantung dari status agama dan keadaannya.
  • Muslim
Kewajiban yang harus dilakukan terhadap mayit muslim adalah :
  1. Memandikan
  2. Mengkafani
  3. Menshilati, dan
  4. Memakamkan
  • Syahid Dunia Akhirat
Hal yang perlu diakukan terhadap mayit yang syahid dunia akhirat hanya ada dua yaitu :
  1. Menyempurnakan kain kafan jika pakaian yang dikenakan kurang
  2. Memakamkannya 
Syahid dunia akhirat adalah mereka yang meninggal didalam medan pertempuran melawan orang kafir karena membela agama Allah. Jenazah syhada tidak dimandikan layaknya jenazah muslim pada umumnya karena darah dan pakaian yang melekat padanya akan menjadi saksi di hari akhir nanti.
  • Bayi yang Lahir Prematur atau Usia Kandungan Belum Genap Enam Bulan
Dalam kitab salafy dikenal ada tiga kondisi bayi yang masing-masing memiliki hukum yang berbeda-beda. Ketiga macam kondisi tersebut adalah :
  1. Lahir dalam keadaan hidup, hal ini dapat diketahui dengan adanya jeritan, gerakan atau yang lainnya yang menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Maka kewajiban yang harus dilakukan adalah sebagaimana kewajiban terhadap mayit musllim dewasa.
  2. Lahir dalam bentuk bayi sempurna, namun tidak diketahui tanda-tanda kehidupannya. Maka kewajiban yang harus dilakukan adalah semua kewjiban di atas selain mensholati mayit. Adapun hukum mensholatinya tidak diperbolehkan.
  3. Belum berbentuk manusia sempurna. Bayi yang demikian tidak ada kewajiban apapun namun disunahkan membungkusnya dengan kain kemudian memakamkannya.
  •          Kafir Dzimmi
Yaitu orang kafir yang tinggal di negara muslim yang memiliki perjanjian damai dengan kaum muslimin dengan membayar pajak ( jizyah atau uang keamanan, uperti sebagai kompensasi pemeintah islam terhadap harta dan darahnya atau jiwanya. Ketika mereka tidak mampu membayar jizyah, maka jizyah tersebut dapat digugurkan darinya kepada pemerintah Islam dan ditegakkan kepada mereka hukum-hukum Islam.
Kewajiban yang harus dilakukan hanya ada dua macam yaitu :
  1.  Mengkafani, dan
  2.  Memakamkannya
B. Memandikan Jenazah
Memandikan jenazah adalah membersihkan jasmani jenazah dan najis serta kotoran dengan cara menyiramkan air suci ke seluruh tubuh jenazah hingga merata. Memandikan jenazah ini, harus memenuhi beberapa syarat, yaitu :
  1. Jenazah beragama islam
  2. Jenazah tidak mati syahid, dan
  3.  Jenazah ketika lahir masih ada tanda-tanda kehidupan
Sebelum mayat dibawa ketempat memandikan, hal yang dilakukan terlebih dahulu adalah menyeiakan seperangkat alat yang dibutuhkan dalam proses pemandian, seperti daun bidara, air sabun ( sabun yang diaduk dengan air ), air bersih ( suci mensucikan ), dan air yang dicampur sedikit kapur barus, handuk dan lain-lain.

➤ Tata cara memandikan jenazah 
  1. Letakkan mayat di tempat mandi yang disediakan.
  2.  Tutup seluruh anggota mayat kecuali muka.
  3.  Semua Bilal hendaklah memakai sarong tangan sebelah kiri.
  4. Sediakan air sabun.
  5.  Sediakan air kapur barus.
  6.  Angkat sedikit bagian kepalanya.
  7.  Mengeluarkan kotoran dalam perutnya dengan menekan perutnya secara perlahan-lahan serta kotoran dalam mulutnya dengan menggunakan kain alas atar tidak tersentuh auratnya.
  8. Siram dan basuh dengan air sabun.
  9. Kemudian gosokkan giginya, lubang hidung, lubang telinga, celah ketiaknya, celah jari tangan dan kakinya dan rambutnya.
  10. Selepas itu siram atau basuh seluruh anggota mayat dengan air sabun juga.
  11.  Kemudian bilas dengan air yang bersih seluruh anggota mayat sambil berniat :
  12. Telentangkan mayat, siram atau basuh dari kepala hingga hujung kaki 3 kali dengan air bersih.
  13. Selesai dimandikan, terakhir disiram dengan air berbau harum, seperti kapur barus. Air yang digunakan untuk memandikan jenzah harus air suci.
  14. Setelah selesai dimandikan dengan baik dan sempurna hendaklah dilapkan menggunakan tuala pada seluruh badan mayat.
  • Niat memandikan jenazah laki-laki :
  • Niat memandikan jenazah perempuan :

C. Mengkafani Jenaza
Mengkafani jenzah adalah membungkus badan jenazah dengan kain kafan. Mengkafani jenazah harus memenuhi beberapa ketentuan sebagai berikut :
  •  Syarat sah mengkafani jenazah :
  1.  Kafan dapat membungkus seluruh tubuh jenazah sekurang-kurangnya satu lapis.
  2. Jenazah sudah dimandikan.
  3. Kain yang diperlukan untuk kafan.
Kain yang digunakan untuk kain kafan ialah kain putih yang terbuat dari kapas (katun) baik dan bersih. Yang dimaksud baik disini bukan mahala harganya, tetapi kain yang masih utuh. Jika jenazahnya lak-laki diharamkan memakai kafan sutera, jika perempuan diperbolehkan memakai kain kafan sutera, tetapi hukumnya makhruh. Batas minimal kain kafan adalah selembar kain yang menutupi seluruh tubuh mayit, baik itu jenazah laki-laki ataupun perempuan. Sedangkan sempurnanya kain kafan bagi laki-laki adalah tiga lapis kain yang salah satu dari ketiga lapis kain tersebut adalah Izzar sedangkan dua lapis yang lain menutupi seluruh tubuh. Bagi jenazah perempuan sebaiknya dikafani dengan lima lapis kain, yaitu basahan ( Izzar ), baju kurung, tutup kepala, kerudung ( cadar ), dan selembar kain yang menutupi seluruh tubuh.
Hukum mengkafani ( membungkus ) mayit adalah fardlu kifayah bagi orang yang hidup. Kafan diambil dari si mayit itu sendiri jika meninggalkan harta. Namun kalau tidak meninggalkan harta sama sekali, maka kafannya menjadi kewajiban orang yang menafakahinya ketika mayit masih hidup. Kalau yang menafakahi tidak mampu maka kafannya diambilkan dari baitul-mal yang diatur menurut agama islam. Dan jika baitul-mal tidak ada atau tidak teratur, maka ha tersebut menjadi tanggungan muslim yang mampu. 

➤ Cara mengkafani jenazah :
  • Sebelum jenazah selesai dimandikan, siapkan dulu lima lembar kain kafan bersih dan berwarna putih, yang terdiri dari baju kurung, kerudung dan tiga lembar kain lebar yang digunakan untuk menutupi seluruh tubuh ( bagi jenazah perempuan ) atau dengan tiga lembar kain yang sekiranya cukup untuk menutupi seluruh tubuh mayit. Sebelumnya, masing-masing kain kafan tersebut telah ditaburi wewangian. selain itu siapkan juga kapas yang sudah diberi wewangian secukupnya ( biasanya menggunakan kayu cendana ).
  • Pertama kali letakkan lembaran-lembaran kain lebar yang digunakan untuk menutupi seluruh tubuh. kemudian baju kurung, lalu surban atau kerudung.
  • Letakkan mayit yang telah selesai dimandikan dan ditaburi wewangian dengan posisi terlentang diatasnya (lembaran kain), dan posisi tangan disedekapkan di atas dadanya, tangan kanan di atas tangan kiri, atau tangan itu diluruskan menurut lambungnya (rusuknya).
  • Letakkan kapas yang telah diberi wewangian pada anggota tubuh yang berlubang, anggota tubuh tersebut meliputu kedua mata, kedua lubang hidung, kedua telinga, mulut, dan dubur. tambahkan pula pada anggota-anggota sujud, yaitu : kening, kedua telapak tangan, kedua lutut dan kedua telapak kaki serta anggota tubuh yang terluka.
  • Mengikat pantat dengan sehelai kain yang kedua ujungnya dibelah dua. Cara mengikatnya yaitu, letakkan ujung yang telah dibagi dua tersebut, dimulai dari arah depan kelamin, lalu masuk kedaerah diantara kedua paha sampai menutupi pantat. selanjutnya kedua ujung bagian belakang diikat diatas pusar dan ujung bagian depan diikat pada ikatan tersebut.
  • Lalu mayit dibungkus dengan lapisan pertamadimulai dari sisi kiri dilipat kekanan, kemudian sisi kanan dilipat ke kiri. sedangkan untuk lapisan pertama dan kedua sebagaimana lapisan pertama. bisa pula lapisan pertama, kedua danketiga diselang-seling. hal ini dilakukan setelah pemakaian baju kurung dan sorban atau kerudung. untuk kelebihan kain di ujung kepala dan kaki diikat (dipocong) dan diusahakan pocongan kepala lebih panjang.
  • setelah dibungkus, sebaiknya diikat dengan beberapa ikatan agar kafan tidak mudah terbuka saat dibawa kepemakaman. sedangkan untuk mayit perempuan ditambah ikatan dibagian dada. Hal ini berlaku bagi mayit yang tidak sedang ihrom (Muhrim). Jika mayit berstatus Muhrim, maka tidak boleh diikat dan bagian kepalanya dibiarkan terbuka, hukum ini berlaku bagi laki-laki, sedangkan untuk perempuan hanya bagian wajah saja yang dibiarkan terbuka.
D. Mensholati Jenazah
Shalat jenazah ialah shalat dengan empat kali takbir tanpa disertai ruku dan sujud, dilakukan jika ada orang Islam yang mennggal dunia, untuk mendoakan agar sang jenazah diampuni dosanya oleh Allah swt.
Hukum shalat jenazah adalah fardhu kifayah sebagaimana memandikan jenazah dan mengkafani.

➽ Syarat-syarat sah sholat jenazah sebagai berikut :
  1. Menutupi aurat, suci dari hadas besar dan hadas kecil, bersih badan, pakaian, dan tempat dari najis serta menghadap kiblat.
  2.  Jenazah telah dimandikan dan dikafani.
  3.  Letakkan jenazah di sebelah kiblat orang yang menshalatan kecuali, shalat jenazah di atas kubur atau shalat gaib.
➽ Rukun shalat jenazah, sebagai berikut :
  1. Niat
  2. Berdiri bagi yang mampu
  3. Takbir empat kali
  4. Membaca surat Al-Fatihah
  5. Membaca shlawat atas Nabi
  6. Mendoakan jenazah
  7. Mengucapkan salam
➽ Tata Cara Menshalatkan jenazah :
  • Meletakkan jenazah di arah kiblat
  • Posisi imam (jika  berjamaah) berdiri menghadap kiblat (di arah kepala jenazah jika jenazah tersebut laki-laki dan arah pinggang jenazah jika jenazahnya perempuan).
  • Membaca ta’awuz
  • Membaca basmallah
  • Mengucapkan lafal niat :
Untuk shalat gaib (jenazah tidak ada), nama jenazah hendaknya disebutkan dan ditambahkan dengan kata “Ghaibaan” jika menyatakan laki-laki dan kata “Ghaaibah” jika menyatakan perempuan.   
  • Membaca takbiratul ihram (takbir pertama) sambil mengangkat kedua tangan kemudian bersedekap.
  • Membaca surat Al-Fatihah dengan didahului bacaan ta’awuz
  • Membaca takbir kedua dengan mengangkat kedua tangan lalu bersedekap disetai bacaan shalawat atas Nabi Muhammad saw.
  • Membaca takbir ketiga dengan mengangkat kedua tangan lalu bersedekap disertai doa
  • Membaca takbir keempat dengan mengangkat kedua tangan lalu bersedekap lagi membaca  doa untuk yang shalat dan jenazah
  • Memberi salam dengan menoleh ke kanan dan ke kiri

E. Pemakaman Jenazah
Jenazah yang telah dimandikan, dikafani, dan dishalatkan segera dibawa ke kubur untuk
berpulang ke haribaan Allah swt.
Adab membawa jenazah ke kubur :
Ketika jenazah hendak dibawa ke liang lahat, sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut :
1) Hendaknya jenazah ditutup dengan kain
2) Jenazah dipikul dengan empat penjuru menuju ke kubur sebagai penghormatan terakhir.
3) Orang-orang yang mengantar jenazah hendaknya berjalan di depan
4)  Dilarang membawa kemenyan
 5) Orang yang bertemu atau melihat jenzah yang dibawa ke kubur hendaknya berhenti dan berdoa :
       Subhanal hayyilladzi laa yamuutu.
Artinya : “Maha Suci Zat yang Maha Hidup dan tidak akan mati.”

Tata cara menguburkan jenazah :
a. Setelah sampai ke tempat pemakaman, keranda jenazah diletakkan di arah liang lahat,lubang kubur dipayungi kain.
b. Dua orang turun ke liang lahat untuk menerima jenazah
c. Jenazah dimasukkan ke dalam kubur sambil membaca doa :
Bismillahi ‘alaa millati rasuulillahi
d. Jenazah dimiringkan kea rah kiblat, diganjal dengan bola tanah pada hati, punggung dankepala agar jenazah tetap miring.
e. Melepaskan tali-tali kafan kafan yang menutupi telinga dibuka, dan telinga menempel ketanah.
f. Jenazah diazani, sebagian ulama berpendapat tidak diazani.Lubang kubur ditutup dengan papan, kemudian ditutup dengan tanah.
g. Beri tanda batui atau kayu, dan doakan jenazah agar diampuni dosanya.

Saturday, December 8, 2018

Kuis Kimia

sebelumnya terimakasih buat teman-teman yang sudah mampir ke gubung ini. kali ini admin mau ngadain kuis kimia nih ada yang mau ikut berpartisipasi nggak??? dijamin 100% bebas biaya dan pastinya sangat bermanfaat buat kita semua. Buat teman-teman SMA kelas 12 gimana persiapannya buat ujian nasional nanti???. seberapa jauh pemahaman materi yang teman-teman kuasai. Nah, untuk mengetahui seberapa jauh materi yang kamu kuasai ayo coba ikut kuis ini, lumayan kan buat belajar juga.

Buat teman-teman yang berminat untuk mengikuti kuis ini langsung aja buka link di akhir artikel ini ya. dijamin aman dan nggak ada unsur penipuan sama sekali. Disini niat kita hanya untuk belajar dan menambah pemahaman kita tentang materi kimia. kenapa kimia??? ya itu karena kamu wkwkwkw. Santai cuma bercanda aja kok. Kalau kamu bertanya seperti itu pertanyaannya saya ganti kenapa kamu milih kimia???? nah mungkin jawabannya sudah bisa dijawab sendiri-sendiri ya.

Buat temen-temen yang sudah mampir bolehlah tinggalin sedikit komentar diartiket ini buat sedikit berbagi cerita dan pengalamnya ya. Kalau ada yang mau curhat juga nggak papa kok tenang aja adminnya baik nggak bakalan menggigit. Nah buat yang udah nggak sabar mau lihat kuisnya seperti apa langsung aja buka link dibawah ini ya.

SELAMAT MENGERJAKAN :) :) :)

linknya disini ya
I

Wednesday, December 5, 2018

Downoad Kinemaster MOD APK



Kinemaster merupakan apikasi android yang berguna untuk mengedit video dengan fitur profesional yang lengkap dan mendukung multiple player untuk video, gambar dan tulisan. selain itu aplikasi ini juga mendukung multiple audio yang dapat diaplikasikan menjadi satu video, collor LUT filters dan 3D transition serta yang lainnya.

aplikasi ini sangat cocok untuk kalian yang gemar membuat video untuk konten you tube atau hanya sekedar sebagai koeksi. Dengan adanya fitur-fitur profesional yang di sediakan akan menambah kesan fantasi dalam video yang dibuat. 

Aplikasi ini bisa diunduh di playstore dan toko-toko aplikasi mobile yang lain. Biasanya untuk free versionnya terdapat watermark pada hasil yang telah jadi, untuk menghilangkan watermark itu sendiri bisa dengan membeli full versionnya. Jika kamu berminat untuk versi MOD nya kamu bisa mendownloadnya di link dibawah ini.



Jika kamu belum tau cara downloadnya Klik Disini

Friday, November 16, 2018

RESENSI NOVEL PERAHU KERTAS


I. Identitas Buku
Judul buku        : Perahu Kertas
Penulis               : Dewi Lestari “Dee”
ISBN                    : 978-979-1227-78-0
Penerbit           : Bentang Pustaka dan Truedee Pustaka Sejati
Editor                 : Hermawan Aksan
Cetakan              : I, Agustus 2009
Tebal                : XII + 444 halaman; 20 cm
Tahun Terbit        : 2010
Jumlah Halaman  : 444 halaman
Harga                      :
Cover                       :
II. Sekilas Tentang Penulis
Dewi Lestari Simangunsong yang akrab dipanggil Dee (lahir di Bandung, Jawa Barat, 20 Januari 1976) adalah seorang penulis dan penyanyi asal Indonesia. Dee pertama kali dikenal masyarakat sebagai anggota trio vokal Rida Sita Dewi. Ia merupakan alumni SMA Negeri 2 Bandung dan lulusan Universitas Parahyangan, jurusan Hubungan Internasional. Sejak menerbitkan novel Supernova yang populer pada tahun 2001, ia kemudian dikenal luas sebagai novelis.
Salah satu novel karya Dee yang sangat laris adalah Perahu Kertas. Perahu Kertas merupakan novel keenam Dee. Setelah sukses memikat hati para pembaca dengan buku tritologi Supernova-nya, Dee meluncurkan sebuah novel berjudul Perahu Kertas, yang sempat mati suri selama sebelas tahun karena dilupakan. Namun, akhirnya, novel ini berhasil diselesaikan dalam waktu 55 hari berkat kegigihan dan kenekatan seorang Dee.
III. Cerita Singkat
Dimulai dari kisah seorang remaja bernama Keenan, yang baru saja lulus SMA, yang selama enam tahun tinggal bersama neneknya di Amsterdam. Namun karena perjanjian dengan ayahnya, Keenan terpaksa pulang ke Indonesia dan berkuliah di Bandung, di Fakultas Ekonomi. Sementara Keenan sendiri sangat tidak menginginkannya dan lebih memilih untuk menjadi seorang pelukis dibandingkan seorang businessman. Keenan memiliki bakat melukis yang kuat dari ibunya dan dia tidak mempunyai cita-cita lain selain menjadi pelukis.
Sementara, di sisi lain, ada Kugy, seorang gadis unik yang cenderung banyak kejutan di dalam kehidupannya. Kugy juga akan berkuliah di universitas yang sama dengan Keenan.
Tak jauh berbeda dengan Keenan, Kugy pun mempunyai cita-citanya sendiri, yaitu menjadi juru dongeng. Kugy sangat menggilai dongeng. Tak hanya mengkoleksi buku-buku dongeng dan punya taman bacaan, Kugy juga sangat senang menulis dongeng. Walaupun Kugy yakin menjadi seorang juru dongeng bukanlah profesi yang meyakinkan yang akan diterima dengan mudah oleh khalayak umum. Akan tetapi, Kugy tak ingin lepas begitu saja dari dunia tulis menulis, Kugy lantas meneruskan pendidikannya di Fakultas Sastra. Kugy dan Keenan dipertemukan lewat pasangan Eko dan Noni. Eko merupakan sepupu Keenan. Sementara Noni merupakan teman Kugy sejak mereka berdua masih kecil. Mereka berempat akhirnya bersahabat karib.
Lambat laun, Kugy dan Keenan saling mengagumi dan tanpa mereka sadari mereka saling jatuh cinta, tanpa pernah ada kesempatan untuk saling mengungkapkan, dikarenakan situasi yang tidak memungkinkan.  Kugy sudah mempunyai pacar bernama Ojos (panggilan yang semena-mena diciptakan oleh Kugy). Sementara Keenan saat itu sedang dicomblangkan oleh Wanda, seorang kurator muda, yang merupakan sepupu Noni. Persahabatan empat sekawan itu mulai merenggang sejak adanya Wanda.
Kugy lantas menjalani kegiatannya yang baru dan sibuk dengan kegiatan itu, yakni menjadi guru relawan di sekolah darurat bernama Sakola Alit. Di sanalah Kugy bertemu dengan Pilik, muridnya yang nakal namun kelihatan cerdas. Pilik dan kawan-kawannya berhasil ditaklukan oleh Kugy dengan cara, ia membuatkan mereka kisah petualangan dengan mereka sebagai tokohnya, yang diberi judul: Jendral Pilik dan Pasukan Alit.  Kugy menuliskan kisah petualangan murid-muridnya itu di sebuah buku tulis, yang kelak diberikan kepada Keenan.
Hubungan Keenan dan Wanda yang semula mulus, akhirnya hancur dalam semalam. Begitu juga dengan impian Keenan yang selama ini ia bangun dan perjuangkan, kandas dengan cara yang mengejutkan bersamaan dengan hancurnya hubungan ia dengan Wanda. Dengan hati hancur, Keenan meninggalkan kehidupannya di Bandung dan keluarganya di Jakarta, lalu pergi ke Ubud dan tinggal bersama Pak Wayan yang merupakan sahabat ibunya.
Hari-hari bersama keluarga Pak Wayan, yang semuanya merupakan seniman-seniman yang cukup disegani di Bali, sedikit demi sedikit mulai mengobati hati Keenan. Sosok yang sangat berpengaruh dalam penyembuhannya yaitu Luhde Laksmi, keponakan Pak Wayan. Keenan pun akhirnya mulai bisa melukis lagi. Berbekal kisah petualangan Jendral Pilik dan Pasukan Alit yang diberikan oleh Kugy, Keenan membuat lukisan-lukisan serial yang menjadi terkenal dan diburu para korektor.
Kugy, yang kesepian dan kehilangan sahabat-sahabatnya di Bandung, menata ulang hidupnya. Ia cepat-cepat lulus kuliah dan langsung bekerja di sebuah biro iklan di Jakarta sebagai copywritter. Di sana, ia bertemu dengan Remigius Aditya, atasan yang sekaligus sahabat abangnya, Karel. Dengan cara yang tak terduga karier Kugy naik daun dan menjadi orang yang diperhitungkan di kantor itu karena pemikirannya yang ajaib dan serba spontan.
Namun sosok Remigius tidak melihat Kugy dari sisi itu. Remi menyukai Kugy tidak hanya dari ide-idenya, tapi juga semangat dan sisi keunikan Kugy. Dan akhirnya Remi pun harus mengakui bahwa ia jatuh hati kepada Kugy. Sebaliknya, ketulusan Remi meluluhkan hati Kugy dan membuatnya memilih Remi.
Keenan tidak bisa selamanya tinggal di Bali. Kondisi kesehatan ayahnya yang memburuk, memaksanya untuk pulang ke Jakarta dan harus menjalankan perusahaan ayahnya karena tidak mempunyai pilihan lain. Pertemuan antara Keenan dan Kugy tidak bisa terelakkan. Bahkan empat sekawan ini bertemu lagi dan bercanda seperti masa-masa jayanya dulu. Semuanya dengan kondisi yang berbeda. Dan kembali hati mereka diuji. Kisah cinta dan persahabatan selama lima tahun ini pun berakhir dengan kejutan bagi semuanya. Akhirnya setiap hati hanya bisa memasrahkan dirinya kemana aliran cinta membawanya.
IV. Unsur Intrinsik
Tema
Tema yang diangkat tentang persahabatan, cinta, dan kekeluargaan.
 Alur
Jika dilihat dari jalan ceritanya, novel ini menggunakan alur cerita maju-mundur.
Sudut Pandang
Dalam Novel Perahu Kertas ini, sudut pandang yang digunakan adalah orang ketiga tunggal. 
Penokohan
Penggambaran tokoh dalam novel ini begitu kreatif dan jelas. Terdapat tokoh yang memegang peran dominan dalam novel ini yaitu protagonis dan titragonis
Gaya Bahasa
Kata-kata yang ditulis ringan dan gaya bahasanya sangat menyesuaikan denganperkembangan masyarakat modern. Selain itu, bahasa yang digunakan juga memiliki makna dan berisi.
V. Kelebihan dan Kekurangan Novel
Kelebihan
Novel ke enam karya Dewi Lestari atau yang sering dikenal “dee” ini menurut saya sangat menarik. Dimana novel ini mengulas tema persahabatan yang serat akan konflik yang menghanyutkan untuk para pembacanya. Dikemas dengan gaya bahasa yang lugas dan ringan serta sesuai dengan kondisi masyarakat sekarang menjaikan novel ini dapat mudah dimengerti dan diniikmati oleh pembaca pada berbagai lapisan usia.
Novel ini begitu edukatif dikarenakan kita bisa banyak belajar dari novel ini. Mulai dari bagaimana kita harus tetap semangat dalam meraih mimpi-mimpi kita. Selain itu, novel ini juga penuh akan nilai-nilai positif serta makna kehidupan yang tidak hanya bercerita tentang remaja pada umumnya, tetapi bercerita tentang dinamika kehidupan empat orang remaja serta korelasinya dengan lingkungan internal.  Dengan pelukisan latar waktu dan tempat yang sangat mendetail tetapi tidak berlebihan, menambah daya tarik dari novel in dan membuat seolah pembaca ikut terlibat di dalamnya.
Sekilas novel Perahu Kertas tampak standar dan biasa-biasa saja karena bertemakan tentang cinta.  Tetapi tidak hanya bererita tentang cinta namun banyak unsur lain yang mendukung dan kuat dalam novel ini yang membuat novel ini begitu inspiratif dan edukatif, seperti tentang mimpi, persahabatan, dan kekeluargaan.
Penggambaran tokoh, latar, dan alur yang begitu kreatif dan jelas membuat para pembaca novel Perahu Kertas tidak segan-segan untuk bermain dengan dunia imajinasinya dan membayangkan secara nyata apa yang terjadi dalam ceritanya.
Kekurangan
Dalam novel ini, penggambaran cerita banyak menggunakan setting tempat sehingga sangat dapat beresiko pembaca akan menjadi bingung dalam memahami latar tempat cerita tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan pemahaman dan konsentrasi tinggi untuk para pembacanya.
Pada beberapa bagian cerita, terdapat cerita yang monoton sehingga timbul kesan kurang menarik dan timbul kebosanan pembaca dalam mendalami novel.

Search This Blog

Group Sosial _Jagakarsa: Desa Kebun Buah-Buahan Dekat Jakarta_Bab IV_Sosiologi Pedesaan

IDENTITAS BUKU Judul Buku : Sosiologi Pedesaan Penulis : Sajogyo dan Pudjiwati Sajogyo Pene...